Belajar dari sejarah dan pengalaman,
setidaknya mengingatkan kita akan kejayaan imperium islam dengan moral dan kebaikan,
begitupun bangkitnya semangat nasionalisme dan perjuangan rakyat di negeri ini.
Semangat keikhlasan dan tingginya derajat iman disisiNya. Seakan perjuangan
jiwa dan raga merupakan wujud dari buah kecintaan terhadap nilai – nilai luhur
negeri kita yang beradab dan beristiadat. kemerosotan moral dan kebejatan sikap
merupakan wajah baru dari negeri ini. Mulai dari orang tua yang tidak menjadi
tauladan hingga pemuda yang menjadi genererasi tanpa harapan.
Pencarian nilai dan tradisi yang hilang
di Bengkulu. bukan hal yang sulit dan tidak bisa dikatakan mudah, adat –
istiadat yang syarat penanaman moral dan sopan santun telah hilang dalam
penerapan di kehidupan saat ini. Saatnya berpikir jernih dengan semangat
pendidikan yang kita kagumi bersama. Hakekatnya kita pahami pendidikan sebagai proses
yang membentuk sikap mental dan intelektual dengan berkepribadian dan
berkarakter. Setidaknya penerapan nilai budaya dan tradisi yang baik itu kita
mulai dari lembaga pendidikan di daerah ini.
Secara nyata kita berharap pembenahan
perilaku kalangan pendidikan, guru sebagai tauladan dan siswa sebagai generasi
harapan. Wujud penerapan tradisi adat dan istiadat menurut nilai islam yang
menjunjung tinggi kehormatan dan sopan – santun berhubungan sesama manusia.
Nilai kebenaran yang menaungi semesta alam, tanpa mendiskriminasikan agama dan
tradisi lain. Tidak ada yang dirugikan dengan tradisi dan kebiasaan melayu yang
menjunjung tinggi kesopan – santunan. Selayaknya kita mulai berpikir nilai yang
baik ini diterapkan dalam sisi kehidupan, mulai dari seragam siswa dan siswi
ketika di sekolahnya.
Penampilan merupakan hal utama dalam
citra kebaikan, pakaian sekolah yang baik mencitrakan kebaikan pribadi siswa.
Rujukan kebaikan yang sesuai dengan kondisi dan situasi masyarakat daerah ini,
inilah tradisi dan kebudayaan pakaian yang baik, adat dan istiadat yang
menunjang. Keberanian pembentukan opini ini merupakan rasa kecintaan kita
dengan generasi harapan, realita siswa yang semakin jauh dari nilai agama dan
budaya. Membuat kita miris dengan kemorosotan moral pelajar, kemudian kita
menginginkan kesadaran masyarakat dan dukungan pemerintah.
Tuntutan dan suara perbaikan ini mulai
diniatkan dan menumbuhkan kesadaran kita semua. Pentingnya hakekat nilai –
nilai kebaikan. Harapan yang tak kunjung padam melalui pemerintah Bengkulu
dapat menuangkan tata aturan yang berupa rujukan penerapan budaya asli Bengkulu
dan usaha perbaikan moral anak negeri yang menjadi generasi harapan dengan
nilai kebaikan. Melalui aturan daerah yang merupakan perwujudan semangat
kecintaan tradisi yang menjunjung nilai moral dan agama, mohon segera disusun
garis kebijakan pakaian pelajar dalam lembaga pendidikan. Tidak ada yang
dirugikan dengan kebijakan ini, jika kita semua cinta dengan kebaikan daerah
ini, tentulah semangat ini akan mampu menumbuhkan kesadaran akan penanaman
moral dan pada akhirnya akan mebentuk kepribadian yang baik di dalam keluarga
dengan kesadaran orang tuanya. Salam sejahtera dan kebaikan. (alian suhendra)

0 komentar:
Posting Komentar