Minggu, 11 Desember 2011

CERMIN SOLUSI PERBAIKAN MORAL DENGAN BUDAYA DAN PENDIDIKAN


Belajar dari sejarah dan pengalaman, setidaknya mengingatkan kita akan kejayaan imperium islam dengan moral dan kebaikan, begitupun bangkitnya semangat nasionalisme dan perjuangan rakyat di negeri ini. Semangat keikhlasan dan tingginya derajat iman disisiNya. Seakan perjuangan jiwa dan raga merupakan wujud dari buah kecintaan terhadap nilai – nilai luhur negeri kita yang beradab dan beristiadat. kemerosotan moral dan kebejatan sikap merupakan wajah baru dari negeri ini. Mulai dari orang tua yang tidak menjadi tauladan hingga pemuda yang menjadi genererasi tanpa harapan.

Pencarian nilai dan tradisi yang hilang di Bengkulu. bukan hal yang sulit dan tidak bisa dikatakan mudah, adat – istiadat yang syarat penanaman moral dan sopan santun telah hilang dalam penerapan di kehidupan saat ini. Saatnya berpikir jernih dengan semangat pendidikan yang kita kagumi bersama. Hakekatnya kita pahami pendidikan sebagai proses yang membentuk sikap mental dan intelektual dengan berkepribadian dan berkarakter. Setidaknya penerapan nilai budaya dan tradisi yang baik itu kita mulai dari lembaga pendidikan di daerah ini.

Secara nyata kita berharap pembenahan perilaku kalangan pendidikan, guru sebagai tauladan dan siswa sebagai generasi harapan. Wujud penerapan tradisi adat dan istiadat menurut nilai islam yang menjunjung tinggi kehormatan dan sopan – santun berhubungan sesama manusia. Nilai kebenaran yang menaungi semesta alam, tanpa mendiskriminasikan agama dan tradisi lain. Tidak ada yang dirugikan dengan tradisi dan kebiasaan melayu yang menjunjung tinggi kesopan – santunan. Selayaknya kita mulai berpikir nilai yang baik ini diterapkan dalam sisi kehidupan, mulai dari seragam siswa dan siswi ketika di sekolahnya.

Penampilan merupakan hal utama dalam citra kebaikan, pakaian sekolah yang baik mencitrakan kebaikan pribadi siswa. Rujukan kebaikan yang sesuai dengan kondisi dan situasi masyarakat daerah ini, inilah tradisi dan kebudayaan pakaian yang baik, adat dan istiadat yang menunjang. Keberanian pembentukan opini ini merupakan rasa kecintaan kita dengan generasi harapan, realita siswa yang semakin jauh dari nilai agama dan budaya. Membuat kita miris dengan kemorosotan moral pelajar, kemudian kita menginginkan kesadaran masyarakat dan dukungan pemerintah.

Tuntutan dan suara perbaikan ini mulai diniatkan dan menumbuhkan kesadaran kita semua. Pentingnya hakekat nilai – nilai kebaikan. Harapan yang tak kunjung padam melalui pemerintah Bengkulu dapat menuangkan tata aturan yang berupa rujukan penerapan budaya asli Bengkulu dan usaha perbaikan moral anak negeri yang menjadi generasi harapan dengan nilai kebaikan. Melalui aturan daerah yang merupakan perwujudan semangat kecintaan tradisi yang menjunjung nilai moral dan agama, mohon segera disusun garis kebijakan pakaian pelajar dalam lembaga pendidikan. Tidak ada yang dirugikan dengan kebijakan ini, jika kita semua cinta dengan kebaikan daerah ini, tentulah semangat ini akan mampu menumbuhkan kesadaran akan penanaman moral dan pada akhirnya akan mebentuk kepribadian yang baik di dalam keluarga dengan kesadaran orang tuanya. Salam sejahtera dan kebaikan. (alian suhendra)

0 komentar:

Posting Komentar