Minggu, 11 Desember 2011

PRIORITASKAN KESEHATAN MASYARAKAT BENGKULU



Kesehatan merupakan salah satu pilar pembangunan bangsa, kebutuhan akan ketersediaan jaminan kesehatan sangatlah dirasakan primer bagi masyarakat. Kebutuhan  kesehatan yang dirasakan rakyat selama ini tidak memadai, baik tenaga medisnya maupun fasilitas medisnya. Penguasa selama ini sibuk korupsi dan melupakan pelayanan kesehatan yang baik bagi masyarakat. Selama ini pelayanan di Rumah Sakit atau fasilitas kesehatan lainnya di bawah standar kelayakan. Seperti tempat tidur pasien yang tidak layak, gudang obat yang tidak terawat, dan tidak lengkapnya peralatan medis.
Upaya pelayanan dan ketersediaan tenaga medis yang handal di provinsi Bengkulu sangatlah penting guna menunjang angka harapan hidup dan jaminan kesehatan bagi masyarakat, tidaklah kemudian masyarakat miskin harus membayar ’mahal’ biaya pengobatannya, demikian juga biaya obat yang tinggi, padahal ini semua telah dijamin oleh Negara. Pembangunan fasilitas medis dan Rumah sakit di Bengkulu hanya mengorbankan pekerja dan rakyat miskin, lalu apakah kita harus bangga tatkala keringat, darah, nanah, bisul dan penyakit lainnya menyerang para buruh dan pekerja yang mereka peroleh akibat pekerjaannya, sementara pelayanan kesehatan jauh dari memuaskan dengan fasilitas yang minim dan biaya perobatan dan pengobatan yang mahal.
Masyarakat patut mengapresiasi jaminan kesehatan masyarakat (jamkesmas) yang merupakan program pemerintah pusat dan disalurkan di daerah, ataupun pilar kesehatan masyarakat di kotamadya, tetapi amat disayangkan dengan alasan keterbatasan anggaran program jaminan kesehatan ini dirasakan setengah hati dan terlanjur dijanjikan sehingga ini pun belum menyentuh keseluruhan masyarakat yang memang membutuhkan jaminan kesehatan, masalahnya ada juga mental dokter yang berorientasi pada kantong sendiri, ataupun masyarakatnya sendiri yang takut berobat ke rumah sakit. Jaminan kebutuhan gizi dan pola hidup sehat merupakan salah satu solusi dari persoalan kesehatan.
Setiap masyarakat harus menjaga pola hidup sehat dengan ketersediaan gizi yang cukup dan olahraga yang teratur, kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan dimulai dari setiap pribadi itu sendiri, bukankah menjaga kesehatan jauh lebih murah ketimbang mengobati penyakit. Dengan demikian kebutuhan akan ahli gizi, ataupun fasilitas kebugaran dibutuhkan sinergisitas dan linear dengan upaya jaminan kesehatan masyarakat. Selayaknya sosialisasi dan pembiasaan diri dapat digencarkan atau digalakkan dalam upaya menjaga dan menjadikan rutinitas dalam kesehatan diri. Perlu usaha yang keras agar pembenahan dan perbaikan kesehatan berjalan dengan baik. Semua sumber daya harus dikerahkan dan dibebaskan dan dinetralisir dari berbagai kepentingan. Mari tuntaskan, lawan, dan kita bisa.

(Publikasi Harian rakyat Bengkulu pojok ”Aspirasi dan Solusi” 29 Januari 2011)

0 komentar:

Posting Komentar