Kesehatan merupakan salah satu pilar pembangunan bangsa,
kebutuhan akan ketersediaan jaminan kesehatan sangatlah dirasakan primer bagi masyarakat.
Kebutuhan kesehatan yang dirasakan rakyat selama ini
tidak memadai, baik tenaga medisnya maupun fasilitas medisnya. Penguasa selama
ini sibuk korupsi dan melupakan pelayanan kesehatan yang baik bagi masyarakat.
Selama ini pelayanan di Rumah Sakit atau fasilitas kesehatan lainnya di bawah
standar kelayakan. Seperti tempat tidur pasien yang tidak layak, gudang obat yang tidak
terawat, dan tidak lengkapnya peralatan medis.
Upaya pelayanan dan ketersediaan tenaga
medis yang handal di provinsi Bengkulu sangatlah penting guna menunjang angka
harapan hidup dan jaminan kesehatan bagi masyarakat, tidaklah kemudian
masyarakat miskin harus membayar ’mahal’ biaya pengobatannya, demikian juga biaya obat yang tinggi,
padahal ini semua telah dijamin oleh Negara. Pembangunan fasilitas medis dan
Rumah sakit di Bengkulu hanya mengorbankan pekerja dan rakyat miskin, lalu apakah kita
harus bangga tatkala keringat, darah, nanah, bisul dan penyakit lainnya
menyerang para buruh dan
pekerja yang mereka peroleh akibat pekerjaannya, sementara pelayanan kesehatan jauh dari memuaskan dengan
fasilitas yang minim dan biaya perobatan dan pengobatan yang mahal.
Masyarakat patut mengapresiasi
jaminan kesehatan masyarakat (jamkesmas)
yang merupakan program pemerintah pusat dan disalurkan di daerah, ataupun pilar
kesehatan masyarakat di kotamadya, tetapi amat disayangkan dengan alasan
keterbatasan anggaran program jaminan kesehatan ini dirasakan setengah hati dan
terlanjur dijanjikan sehingga ini pun belum menyentuh keseluruhan masyarakat yang
memang membutuhkan jaminan kesehatan, masalahnya ada juga mental dokter yang
berorientasi pada kantong sendiri, ataupun masyarakatnya sendiri yang takut
berobat ke rumah sakit. Jaminan kebutuhan gizi dan pola hidup sehat merupakan
salah satu solusi dari persoalan kesehatan.
Setiap masyarakat harus menjaga pola
hidup sehat dengan ketersediaan gizi yang cukup dan olahraga yang teratur,
kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan dimulai dari setiap pribadi itu
sendiri, bukankah menjaga kesehatan jauh lebih murah ketimbang mengobati
penyakit. Dengan demikian kebutuhan akan ahli gizi, ataupun fasilitas kebugaran
dibutuhkan sinergisitas dan linear dengan upaya jaminan kesehatan masyarakat.
Selayaknya sosialisasi dan pembiasaan diri dapat digencarkan atau digalakkan
dalam upaya menjaga dan menjadikan rutinitas dalam kesehatan diri. Perlu usaha yang keras agar pembenahan
dan perbaikan kesehatan berjalan dengan baik. Semua sumber daya harus
dikerahkan dan dibebaskan dan dinetralisir dari berbagai kepentingan. Mari tuntaskan,
lawan, dan kita bisa.
(Publikasi Harian rakyat Bengkulu pojok
”Aspirasi dan Solusi” 29 Januari 2011)

0 komentar:
Posting Komentar